Senin, 15 Desember 2008

Bond between Little girl and her father

Little girl and her father were crossing a bridge...

The father was kind of scared so he asked his little daughter,

"Sweetheart,please hold myhand so that you don't fall into the river".

The Little girl said,"No, Dad. You hold my hand."

"what's the difference?"Asked the puzzled father.

"There's a big difference,"replied the little girl.



"If I hold your hand and something happens to me,

chances are that I may let your hand go.

But if you hold my hand, I know for sure that no matter what happens,

you will never let my hand go."



In any relationship, the essence of trust is not in it's bind, but in it's bond.

So hold the hand of the person who loves you rather than expecting them to hold yours...

This message is too short.....but carries a lot of Feelings.....Donny Dee

Minggu, 14 Desember 2008

Manusia Membutuhkan Cobaan agar tetap Sehat.

Manusia Membutuhkan Cobaan agar tetap Sehat.

Umumnya kita akan mengeluh kalau mendapatkan kesulitan, cobaan atau musibah. Apalagi kalau cobaan itu terasa sangat berat, kalau tidak kuat bisa-bisa malah mencari jalan keluar ke arah yang salah yang justru semakin menjerumuskan ke dalam kesulitan yang lebih besar.

Pada saat mengalaminya mungkin kita akan bertanya, kenapa kita diberi cobaan yang sangat berat yang kita tidak sanggup memikulnya. Betapa tidak adilnya Yang Maha Kuasa, timbul rasa ingin menyalahkan Sang

Pemilik alam semesta atau menyalahkan orang lain. Rasa tersebut muncul walaupun kita tahu bahwa untuk naik kelas di sekolah harus mengikuti porsedur yang namanya ujian, dalam pekerjaan di kantorpun untuk naik jenjang karir wajib ikut assessment test. Yang tidak mau ikut ujian atau assessment test berarti tidak punya kesempatan naik jabatan, maka berebut-rebutlah orang untuk bisa segera mengikuti assessment test. Analogi ini mungkin sudah sering terpikir oleh kita.

Namun ada satu lagi analogi yang ingin disampaikan di sini dalam memahami cobaan. Tubuh kita membutuhkan olahraga agar tetap sehat, walaupun saat olahraga akan terasa sangat capek. Jika otot kita tidak digunakan, misalkan kita tidur terus tidak pernah berjalan, maka otot kaki akan mengecil. Semakin tidak dipakai otot tersebut akan semakin lemah dan tidak bisa menjalankan fungsinya.

Demikian juga halnya dengan mental. Semakin hari kita akan menghadapi masalah yang semakin kompleks seiring dengan pertambahan umur dan peningkatan karir. Jika mental tidak disiapkan, maka akan gagal dalam menghadapi persoalan2 yang semakin kompleks tersebut, padahal kita tidak bisa menahan laju umur. Jadi, siap tidak siap kita harus siap.

Disinilah Allah menjalankan mekanisme yang bernama cobaan, agar mental / spiritual manusia siap memikul tanggung jawab sesuai dengan umur manusia. Agar mentalnya tetap sehat. Jiwa yang sehat akan menghasilkan tubuh yang sehat. Jika manusia tidak mau menerima cobaan maka sama saja dengan dia tidak mau melanjutkan umurnya, alias berhenti dari kehidupan.

Jadi kalau ada yang ingin jadi Presiden sama saja dengan dia mengatakan sudah siap menghadapi cobaan dan musibah besar dengan sikap yang benar, karena tanggungjawabnya sangat besar.

Persoalannya adalah bagaimana bersikap dalam menghadapi cobaan tersebut agar lulus dan naik tingkat. Untuk menjawab ini, diperlukan belief (keyakinan) dan ilmu. Tanpa kedua hal tersebut tidak mungkin bisa bersikap dengan benar dalam menghadapi cobaan.

Ihdinas shirothal mustaqim.......

Amalan diberi pahala berdasarkan niat

Sesuatu amalan itu diberi pahala hanya jika disertai dengan niat. Tanpa niat yang ikhlas, amalan itu tidak mendapat pahala. Ini berdasarkan beberapa firman Allah.

Allah akan membalas amalan orang Islam yang dilakukan semata-mata untukNya.

“Dan tidak ia (Allah S.W.T.) menanggung budi sesiapa pun, (dengan amalan mereka) yang patut dibalas, melainkan (bagi) yang hanya mengharap keredhaan tuhannya yang Maha Tinggi, dan sesungguhnya ia akan dipuaskan hatinya. (Dengan dikurniakan apa yang diharapkan dari Allah S.W.T.)” [Surah al-Lail ayat 19-21].

Orang Islam disuruh melakukan ibadah dengan niat yang ikhlas kerana Allah semata-mata. Ikhlas adalah perasaan hati. Kita tidak dibenarkan menggunakan ibadat kepada Allah untuk tujuan lain misalnya untuk menunjuk-nunjuk, inilah dinamakan riya.

Padahal mereka tidak diperintahkan melainkan (hanya) supaya menyembah Allah S.W.T. dengan mengikhlaskan Ibadat kepadanya, lagi teguh di atas kesucian batin (Tauhid) dan seterus ayat tersebut.”

(Surah al-Bayyinah, ayat 5)

…..Oleh itu, sesiapa yang percaya dan berharap akan pertemuan dengan Tuhannya, hendaklah dia mengerjakan amal yang soleh dan janganlah dia mempersekutukan sesiapapun dalam ibadatnya kepada Tuhannya [ Al-Kahfi 110]

Pahala amalan ibadat yang dilakukan di dunia dan dikirim ke akhirat tidak akan hilang, akan kita dapati bila berada di sana:

“Dan dirikan sembahyang (yang difardhukan) dan keluarkan zakat, dan apa sahaja kebaikan yang telah kamu kehadapankan (sebelum kamu mati) tetap kamu dapatinya di sisi Allah S.W.T. sesungguhnya Allah S.W.T. tetap melihat apa (sahaja) yang kamu kerjakan.” .[Al-Baqarah 110]

Gandaan pahala mengikut ikhlas niat:

Setiap perbuatan baik dibalas pahala yang setaraf dengannya. Jikalau niat untuk melakukan kebaikan tapi tidak dilakukan dapat 1 pahala. Jika dilakukan 1 kebaikan diberi 10 pahala beserta dengan pahala niat, maka jumlahnya 11 pahala.

Ada kemungkinan diberi pahala sehingga 50, 100, 700, 1000 kali ganda pahala. Balasan amalan itu dinilai dari segi keikhlasan niatnya. Semakin ikhlas semakin besarlah balasannya. Di dalam hadis:

Sesungguhnya Allah S.W.T. mencatat (segala) pahala kebaikan dan dosa kejahatan, sehingga Baginda Mulia (Nabi Muhammad s.a.w.) menerangkan, Siapa (orang Islam) yang berazam melaku (mengerjakan) kerja yang baik tidak ia lakukan, Allah S.W.T. memberi baginya 1 pahala kebajikan yang penuh, tapi jika ia berazam dan melakukannya, Allah memberi ia 10 pahala kebajikan yang penuh sehingga 700 kali ganda, dan sehingga lebih banyak lagi, dan jika sesorang orang Islam berazam hendak melakukan sesuatu kerja jahat (yang berdosa) tidak ia lakukannya, Allah mengurniakannya 1 pahala kebajikan yang penuh, tapi jika ia berazam dan melakukannya, Allah menulis dosa satu kejahatan yang penuh, dan tidak binasa seseorang itu disisi Allah S.W.T. melainkan orang yang telah ditakdir binasa (Bukhari, Muslim - Jamek Saghir 1/270)

I just, wanna know nothing

I just, wanna know nothing,,,
Cuz the more i know, the less i understand
I tried enough, I cried too much